Selasa, 31 Mei 2016

GOD BLESS - ANAK KEHIDUPAN

Duduk sendiri, Disini, kutatap langit
Sambil kupetik gitar kucumbui senja
Ombak lautan, seolah ajak bicara
Tentang sebuah mimpi Tentang jalan yang panjang

Langit makin merah diam saja....
Hari berganti... mengiringi langkah kaki
Bagaikan matahari yang menyinari bumi

Walau badai ... masih terkadang menerjang
Kan tetap aku mainkan nyanyian kehidupan
Langit semakin merah Lihat dia nampak resah
Kadang ku tak mengerti Akan isyarat alam ini
Namun semuanya bagai sebuah simfoni
Kadang tersendat kupetik gitar ini

Hari berganti, mengiring langkah kaki
Meraba mata hati kucari titik bumi
Walaupun badai Masih menghadang nanti
Biar saja... kunyanyikan lagu ini

Langit semakin Merah Lihat dia tampak resah
Kadang ku tak mengerti Akan isyarat alam ini
Sering tak kusadari Bara api di dada ini
Namun semuanya bagai sebuah simfoni
Kadang tersendat Kumainkan nada

Kadang ku tak mengerti Akan isyarat alam ini
Namun akhirnya, Harus kuhadapi
Walau tersendat Kupetik gitar ini
Kupetik kehidupan

GOD BLESS - TRAUMA

Kisah lama terus membayangi
nyata dalam lensa mata ini
Walau kupejam namun tetap membayang
Bagai di dalam layar perak semua tergambar
Jelas semua tergambar ho..

Waktu aku menikam dadamu
dan kubakar sekujur tubuhmu
Kau menjerit saat melawan ajal
S'mula kau kuduga kau pengkhianat
Ternyata engkau korban yang sia-sia ho....

Sepinya hidup dalam penjara tak juga hilangkan
Rasa sesal dan rasa bersalah
bayangmu... wajahmu datang menggoda
Jeritmu di telinga, darahmu di nafasku
Api ditubuhmu t'lah menyengat hariku

Kan kemana harus kuhilangkan
rasa sesak terus membelenggu
Kian hari semakin menyiksaku
Ingin rasanya kuberlari
namun jarimu mencengkram kaki ini ho.....

Senin, 30 Mei 2016

GOD BLESS - DAMAI YANG HILANG

Panasnya matahari,membakar hari
Di dinding nurani Teriknya semakin kurasakan

Berjalan di tepi jalan Ikuti langkah kaki
Kulawan dahaga Yang coba mengusik lamunan
Oh tentang sang bocah yang ramah menawarkan koran

Membawa berita yang sama Seperti tak ada berita yang lain
Kucoba menghindari Namun selalu kutemui

Semakin banyak raut wajah mengundang iba
Ditanganmu bawa kisah Cerita damai yang hilang

Oh setiap ku baca Merah darah sia-sia
Perang menjadi dagangan

Tak ada lagi kah berita sentosa
Oh aku merasa sendiri Dalam hitam hari
Tiada orang yang peduli Singkirkan cerita yang penuh luka

Sungguh mataku letih Segenap tubuhku perih
Sewaktuku membaca damai yang mulai hilang
Digantikan oleh air mata Yang tenggelamkan dunia

Kisah damai yang hilang Ada di sepanjang jalan
Sementara engkau bocah terus lamunkan
Nyanyian genderang perang

Kucoba menghindari Namun selalu kutemui
Semakin banyak raut wajah mengundang iba
Ditanganmu bawa kisah Cerita damai yang hilang

GOD BLESS - SESAT

Yang kuinginkan adalah kasihnya bapak (dimana sembunyi)
Yang kuinginkan adalah sayangnya ibu (kemana kucari)
Kuinginkan juga cintanya kekasih (mengapa harus menanti)

Malam kami yang lewat begitu cepat (sunyi tanpa warna)
Hati kami yang begitu kelu (tiada semangat)
Kini semua tiada lagi tersisa (masa depan tiada terkira)

Dimana...kemana..Mengapa..O..o..o

Kami tak pernah merasakan bimbingan (dengan kasih sayang)
Seakan akan kami semua terbuang (dalam kesusahan)
Kini mereka mencoba menanyakan (kesalahan kami lakukan)
Mari isi sendiri malam ini (gembira bersuka ria)
Cari sendiri kelaki lakian ini (dengan berlupa berpura-pura)

Sabtu, 28 Mei 2016

GOD BLESS - PENANTIAN

Debar detak jantung detik menit kehiduan
Berpacu dengan waktu saat di dunia
kejar jejak langkah cermin amal perbuatan
berkaca dalam waktu hidup di duna

Kisah umat silih berganti sejak dulu hinga kini dan takkan pernah berubah sampai nanti
datang ajal silih berganti tiada kata nanti-nanti
detik perjalan waktu penantian

(kembali *)

Kisah rasul dan nabi-nabi hingga perang masa kini
yang takkan pernah berubah sampai nanti
sihir kesibukan duniawi lupaakan arti mati
dalam perjalann waktu penantian

dalam kisah yang maha pasti
ada surga dan neraka
yang takkan pernah berubah sampai nanti
bila sampai hari peng"hisab"
banyak wajah terkesiap
tabir perjalanan waktu
penantian.... penantian....

GOD BLESS - KARENA KUINGIN KAU BAHAGIA

tak akan kusesali semua yang terjadi
tak perlu sebuah alasan jika ku kau tinggalkan

kini ku hanya sebutir bintang yang tak lagi terang
terkurung malam yang kelam

kuingin kau bahagia bagai yang lainnya
bukan sebuah sandiwara bukan fatamorgana

kini kuhanya sebutir debu
genggam dan lepaskan
biarlah tinggal kenangan

jalan hidupku belum setengah
dari yang pernah kau impikan
mengapa kau masih rela menunggu
bertahan setia disampingku

jalan hidupku belum setengah
dari yang mungkin kau bayangkan
mengapa kau nyalakan api cintamu
mengangkatkan getir hidupku

kuingin kau bahagia bagai yang lainnya
bukan sebuah sandiwara bukan fatamorgana
kini kuhanya sebutir debu
genggam dan lepaskan
biarlah tinggal kenangan

jalan hidupku belum setengah
dari yang mungkin kau bayangkan
mengapa kau nyalakan api cintamu
mengangkatkan getir hidupku

maafkan aku.... ( karna kuingin kau bahagia )
maafkan aku.... ( karna kuingin kau bahagia )

ku ingin kau bahagia... ( karna kuingin kau bahagia )
ku ingin kau bahagia... ( karna kuingin kau bahagia )

GOD BLESS - ANAK ADAM

Kau dan aku kita semua anak Adam
Datang dari satu rahim
Namun kini kta saling mendendam
Itu semua karena faham

Sirik dengki datang mendera
Fitnah memfitnah kinipun beraksi
Pamer memamer harta benda
Hina menghina membuat sakit hati
Geser menggeser dan mencari muka,
Telah menjadi mode masa kini
Ah, sangat nista

Pejamkanlah mataku dari warna silaunya harta
Dengarlah desir angin, suara alam meratap sendu
Palingkanlah diriku, dari jurang dosa dan cemar
Ajar kami bersujud padaNya YANG MAHA KUASA

Dengarkanlah untukku, nafas hidup nan halus merdu
Tunjukkanlah jalanku ‘tuk membangun jiwa dan raga
Pimpin dan ajar kami, dari masa kebebalan ini
Hingga kami berdiri, bagaikan tiang sang saka

Dengarkanlah hai kau anak Adam
Dengarkanlah genderang kutempa kini

Hanya nada yang kini kunyanyikan
Semoga akan kau dengar

Kau dan aku kita semua anak Adam
Berlumur dosa masa silam
Kini lupa artinya dosa
Semua saudara, semua saling terkam
Ini semua sudah tersurat sebagai tanda
Hari akhir ‘kan tiba.....................

GOD BLESS - ALAM DAN PENGUASA

Bila engkau disini
Mungkin cinta terestui
Dengan senyum juga tawa
Penuh kasih… Sayang….

Namun engkau disana
Terbelenggu tahta suci
Penuh nilai dan aturan
Penjarakan.. Rasa Cinta

Biar saja kita gundah
Bendung asmara
Yang terbingkai
Terlalu sulit
Menentang norma
Yang telah lama
Teragungkan....

Alam dan penguasa
Letakkanlah
Batas-batas ini
Cinta dan asmara
Sambungkanlah
Bathin kami..Berdua

GOD BLESS - JALAN PULANG

Ada yang pergi menembus kegelapan
Tinggalkan puing cinta berserakan
Kering sudah tanah harapan
Saat cinta terbang ke awan
Makin kelam semua warna kehidupan

Ada yang pergi menembus kegelapan
Menghitung waktu terbuang sia-sia
Hilang sudah semua impian
Saat langkah pudar tujuan
Kelelahan makin menerjang perjalanan

Ke mana harusnya kaki melangkah
Ketika hari berselimut sesal
Adakah tersisa taman yang indah
Di mana cinta masih sempurna

Kembalilah memohon padaNya
Tegarkan hatimu dan ketuklah pintuNya
Dia selalu menjaga, menunggu kita
Bersujudlah di hadapan Dia, memohon ampunan kepadaNya
Hanya Dia lah yang bisa memberi keabadian cinta kepada kita

Biaskan sinarMu terangilah gelap kami
Bimbing langkah kami menuju arah yang pasti
Kembali dalam pelukMu, menyusuri sisa-sisa
Langkah yang Kau beri ke puncak damai
Di mana cinta masih sempurna.